Bank DKI Kembali Diterpa Masalah: Gubernur DKJ Ungkap Kebocoran Dana Serius
Dunia perbankan ibu kota kembali diguncang dengan kabar mengejutkan dari Bank DKI. Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, secara tegas mengungkap adanya kebocoran dana dalam jumlah yang belum diungkap secara pasti. Menurutnya, hal ini bukan insiden pertama, melainkan kasus ketiga yang terjadi dalam rentang waktu yang relatif singkat—dan semuanya berakar pada permasalahan layanan teknologi informasi yang tidak terjaga dengan baik.
Dalam pernyataan resminya, Pramono menyayangkan lemahnya pengawasan dan kontrol internal di tubuh Bank DKI. Ia menilai, sebagai lembaga keuangan yang dikelola oleh pemerintah daerah dan menjadi tumpuan masyarakat Jakarta, seharusnya Bank DKI mampu menjaga kepercayaan publik dengan sistem keamanan digital yang solid.
Pemecatan Direktur Teknologi: Langkah Tegas Gubernur
Sebagai langkah cepat, Pramono memutuskan untuk mencopot Amirul Wicaksono dari jabatannya sebagai Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI. Tindakan ini diambil setelah dilakukan penelusuran internal atas gangguan sistem yang memicu kebocoran dana.
Tak berhenti sampai di situ, Pramono juga menyerahkan laporan resmi kepada Bareskrim Polri untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh jajaran direksi Bank DKI. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pihak-pihak yang lalai ataupun terlibat dalam pengelolaan sistem IT yang berujung pada kerugian negara maupun masyarakat.
Instruksi Gubernur: Bersih-Bersih di Sektor IT Bank DKI
Pramono juga mengeluarkan instruksi tegas agar semua personel yang saat ini memiliki akses penuh ke sistem informasi Bank DKI diganti dengan tenaga profesional yang lebih kompeten dan terbukti kredibilitasnya. Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar proyek kosmetik, tetapi harus menjadi fondasi kepercayaan dan keamanan dalam layanan perbankan.
“Ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal integritas dan kepercayaan masyarakat. Kalau sistem tidak aman, maka uang rakyat ikut terancam,” tegas Pramono dalam konferensi pers.
Audit Independen dan Komitmen Transparansi
Sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas, Gubernur juga memerintahkan agar dilakukan audit menyeluruh oleh lembaga independen. Audit ini bertujuan menelusuri jejak dana yang hilang, mengidentifikasi celah keamanan, serta memberikan rekomendasi perbaikan sistem secara menyeluruh.
Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Bank DKI sekaligus memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk kelalaian yang merugikan keuangan publik.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Di tengah kehebohan ini, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Proses investigasi dan audit akan dilakukan secara profesional, dan layanan Bank DKI tetap berjalan normal. Namun begitu, masyarakat tetap disarankan untuk waspada terhadap potensi gangguan layanan selama masa transisi perbaikan sistem.\
sumber : metronews.com
Posting Komentar untuk "Bank DKI Kembali Diterpa Masalah: Gubernur DKJ Ungkap Kebocoran Dana Serius"